Sustainability semakin menempati posisi penting dalam agenda perusahaan. Namun, pertanyaan yang lebih relevan bagi para pemimpin hari ini bukan lagi apakah sustainability perlu menjadi perhatian, melainkan sejauh mana agenda tersebut benar-benar terintegrasi ke dalam strategi dan operasional bisnis.
KPMG melalui ESG Assurance Maturity Index 2025 mencatat bahwa hanya 5% perusahaan yang telah sepenuhnya menerjemahkan target ESG ke seluruh fungsi operasional, melakukan monitoring secara konsisten, serta mengaitkannya dengan sistem insentif. Angka ini menunjukkan masih adanya jarak antara sustainability commitment dan business execution.
Banyak organisasi telah memiliki target, kebijakan, maupun inisiatif ESG. Tantangannya muncul ketika agenda tersebut perlu diterjemahkan menjadi prioritas strategis, mekanisme governance, pengelolaan environmental impact, hingga action plan yang dapat dijalankan dan diukur.
Di titik ini, sustainability tidak lagi cukup dipandang sebagai bagian dari compliance atau reporting. Bagi leaders, sustainability perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas: bagaimana perusahaan mengelola risiko, menentukan prioritas, menjaga daya saing, serta menciptakan long-term value.
Kemampuan untuk melihat keterkaitan antara ESG, strategi, operasional, dan governance menjadi semakin penting bagi para pengambil keputusan. Bukan hanya untuk merespons tuntutan regulasi dan stakeholder, tetapi juga untuk memastikan bahwa sustainability dapat diterjemahkan menjadi keputusan bisnis yang relevan.
Sustainability & Environmental Management Program dirancang untuk membantu leaders membangun perspektif tersebutâmulai dari memahami ESG landscape dan environmental management, menyusun sustainability strategy, hingga membangun governance dan reporting yang mendukung penciptaan nilai jangka panjang.
The real challenge is turning ambition into business action. Daftar sekarang program Sustainability & Environmental Management dengan menghubungi 0857-7324-1861.